BUNDA NARAFID

1 Nov 2017

SAINT ANYTHING
Akhirnya teracuni para bookstagramer, beli novel terjemahan terbaru terbitan Elexmedia. Untuk pertama kalinya diriku mencari buku terbitan terbaru di toko, dan ternyata memang rekomended banget ceritanya.



Judul Buku : Saint Anything
Penulis : Sarah Dessen
Alih Bahasa : Yunita Chandra
Penerbit : Elex Media Komputindo
ISBN : 978-602-04-4773-5
Cetakan 1 : tahun 2017
359 halaman

Sydney hanyalah anak biasa, menganggap dirinya tak terlihat di mata siapa pun, terutama keluarganya sendiri. Peyton, kakak laki-laki Sydney, selalu menjadi segalanya. Hingga suatu hari mobil polisi mendatangi rumah mereka dengan membawa kabar tak terduga. Peyton terlibat masalah besar, dan pada akhirnya harus dipenjara. Semua pun berubah kacau.
Sydney terombang-ambing di tengah masalah yang datang bertubi-tubi, mencoba mencari tempat yang pasti di tengah keluarganya. Tapi semua orang terlalu mengkhawatirkan Peyton. Di tengah kebimbangannya, Sydney bertemu keluarga Chatam yang heboh, yang memiliki kehidupan berbeda dengan keluarganya, dan yang ternyata bisa membuatnya merasa diterima dan ‘terlihat’ untuk pertama kalinya.

Pertama kali baca buku dengan genre kehidupan remaja, membuatku jadi mengenang masa remajaku dulu (berapa belas tahun yang lalu ya....waduh keliatan umurnya deh). Serasa melayang kekehidupanku sendiri di masa itu, bagaimana gejolak emosi remaja. Bagaimana aku berusaha untuk mencari pengakuan di keluargaku sendiri bukan hanya nilai yang bagus saja yang aku punya. Emang nilai akedemisku termasuk bagus sih mulai dari SD sampai SMP tapi SMU mulai menurun mungkin memang saat-saat yang labil ya, mulai kenal namanya cinta-cintaan mendapatkan kenyamanan dengan orang lain yang melihat kita apa adanya.

Sydney seorang remaja perempuan belasan tahun, anak SMU yang menganggap dirinya biasa dan tak terlihat oleh siapapun bahkan di mata keluarganya. Dia berusaha untuk mencari tempat di mata keluarganya, berusaha untuk memulai komunikasi dengan mama tercintanya yang terlalu fokus dengan kakaknya Peyton dan papa tercinta yang terlalu fokus dengan pekerjaannya.

Langkah terbesar yang dilakukan untuk menarik perhatian kedua orang tuanya adalah kepindahannya di sekolah biasa dari sebuah sekolah paling elit di kotanya. Bagaimana dia beradaptasi dengan lingkungan baru yang berkebalikan 180 derajat dari sekolah lamanya. Akhirnya dia mendapatkan teman yang mengerti dia Layla, anak bungsu dari 3 bersaudara Chatam. Teman yang sangat mengerti bagaimana Sydney bahkan mereka punya kebiasaan yang sama selalu memperhatikan detail segala sesuatu. Dari keluarga inilah dia menemukan bagaimana hubungan keluarga yang hangat. Bagaimana keluarga ini saling mendukung satu sama lain saat ada salah satu anggota keluarga yang terpuruk.
Di keluarga ini Sydney juga mengenal cinta dengan seorang laki-laki kakak Layla, bagaimana 2 orang pendiam akhirnya menjalin hubungan. Bagaimana mereka saling mendukung satu sama lain menghadapi berbagai masalah yang dihadapai.

Adegan demi adegan digambarkan sangat manis disini, bagaiman cerita seorang Sydney menghadapi masalah demi masalah yang menghampirinya. Buku Sarah Dessen pertamaku, jadi semakin penasaran dengan karya yang lain. Gambaran kehidupan yang nggak terlalu jauh dari kehidupan sekitar kita.

Quote yang aku suka di buku ini ada beberapa sih:

Hal 344
Diwaktu kapan saja, ada begitu banyak kemungkinan bermabam kehidupan bersinggungan dan orang-orang berpapasan, bertemu, atau melakukan berbagai hal. Sungguh menakjubkan kita bisa meneruskan hidup ketika semuanya mengkin terjadi hanya karena kebetulan.

Hal 350
Ketika kau terbiasa melihat orang lain melakukan suatu hal, dan kau selalu mengganggapnya seperti itu. Lalu ketika mereka membuatmu terkejut, entah karena lebih baik atau lebih buruk, kenyataan itu bisa saja mengguncangmu.

Hal 355
Kau tidak akan tahu apa yang menanti di depanmu. Masa depan adalah sesuatu yang tidak bisa ditebak, karena masa depan belum mendapatkan kesempatan untuk terjadi. Sebelumnya kau hanya berjalan memasuki hutan yang gelap seorang diri, setelah itu pemandangan berganti dan kau menyaksikannya. Sesuatu yang menakjubkan dan tak terduga, nyaris mirip khayalan, yang tidak pernah kau kira akan ditemukan jika kau tidak terus berjalan. Seperti teman baru yang terasa seperti teman lama, atau kenangan yang tak pernah kau lupakan. Mungkin bahkan seperti komedi putar.

Novel ini lebih menitikberatkan masalah yang terjadi didalam keluarga dibandingkan dengan romansanya. Konflik yang terjadi saat sebuah keluarga memiliki anak yang menginjak remaja. Novel ini rekomen banget buat para orang tua, juga anak muda.


30 Okt 2017

Requiem Delirium #3


Buku ini aku dapatkan dari pak suami yang berkesempatan jalan-jalan di BBW 2017 Surabaya kemarin.
Setelah dibuka yang bikin sedikit kecewa, buku ini ternyata buku terakhir dari cerita trilogi yang artinya ini adalah buku cerita terakhir dengan buta cerita di awal. Tapi aku nggak ambil pusing tetep kubaca karena penasaran setelah baca bagian blurbnya.

Judul : Requiem (Buku Terakhir Trilogi Delirium)
Pengarang : Lauren Oliver
Penerjemah : Prisca Primasari
Penyunting : Dyah Agustine
Penerbit : Mizan Fantasi
 

                
Masa lalu sudah mati, tidak pernah ada lagi.
Setelah menyelamatkan Julian dari hukuman mati, Lena dan para pemberontak melarikan diri ke Alam Liar. Namun, pemerintah terang-terangan menyatakan perang dan Alam Liar bukan lagi tempat aman. Para Invalid diburu dan dibunuh. Hal terpenting sekarang adalah bertahan hidup, dan melawan.....atau mati.
Sementara itu, Hana hidup nyaman tanpa cinta di Portland. Dia telah disembuhkan, dan akan menikahi gubernur muda. Namun, bayangan Lena selalu menghantui. Jauh di dalam hati, Hana merasa bersalah atas pengkhianatan yang telah dia lakukan.
Requiem, puncak perjuangan melawan penguasa. Requiem, saksi pertemuan sepasang remaja yang pernah saling mencinta, pertemuan kembali seorang ibu dengan anak gadisnya, dan pertemuan kembali dua sahabat dari dunia berbeda. Tembok sudah dirobohkan, dunia harus siap menerima perubahan.

Awal dapat buku ini antara bingung mau baca apa tidak karena merupakan trilogi dan bagian akhir lagi (aduh ngerti nggak ya nanti ceritanya aku...). Tapi tetep ya penasaran itu pasti apa sih ini kok ada kata-kata 2 dunia segala (pikiranku sih ada dunia khayalan seperti cerita Bulan, Bintang dan Matahari atau tentang dunia peri, dunia vampir pikirannya melayang terus...). Setelah baca awalnya agak bingung dengan judul babnya yang menyebut dua nama Lena dan Hana. Semakin dibaca ternyata membuatku malah semakin penasaran nggak peduli ini buku terakhir.

Ternyata ini menceritakan dua sahabat yang hidup di dunia berbeda dan sangat bertolak belakang. Yang akhirnya mereka dipertemukan juga, persahabatan sejati bagaimanapun dihapuskan tidak akan pernah hilang. Rasa peduli, rasa sayang itu akan tetap ada di hati masing-masing.

Bener-bener deh semakin dibaca semakin ingin tau apa sih membuat jadi seperti ini, apa keterkaitan 2 orang ini. Siapa Julian, Alex, Raven, siapa ibu dan anak gadis. Pastinya cerita tetep terpusat dengan dua nama Lena dan Hana, walaupun lebih banyak dari cerita petualangan Lena dialam liar, bagaimana perjuangan dia untuk tetep bertahan hidup dan perang dalam dirinya sendiri untuk cinta sejatinya. Kadang juga bikin marah juga nih dengan Lena yang terlalu bimbang, dengan Alex yang nggak terus terang aja sih atau Hana yang kebingungan sendiri dengan rasa bersalahnya. Bener-bener gemes lihat tokoh-tokoh ini haduh mereka itu ngapain sih nggak ngomong yang gamblang harus pakai kode pakai kata-kata bijak lagi. Tapi takkan jadi menarik juga sih kalau luru-lurus aja ha ha ha.

Ternyata dunia fantasi yang awalnya kubayangin salah besar (he he he...), ceritanya yang fantasi tapi dunianya nyata ternyata. Walaupun aku baca di buku terakhir dari triloginya, aku masih bisa sangat menikmatinya bahkan jadi bisa bayangin cerita sebelumnya.

“Seseorang yang melompat mungkin akan terjatuh, tetapi juga ada kemungkinan untuk terbang”

Robohkan dinding-dinding.

Itulah inti dari segalanya. Kau tidak tahu apa yang akan terjadi kalau kau merobohkan dinding-dinding; kau tidak bisa melihat sisi lainnya, tidak tahu apakah itu akan membuahkan kebebasan atau kejatuhan, resolusi atau kekacauan. Kau bisa saja menemui surga, atau kehancuran.

Robohkan dinding-dinding.

Kalau tidak, kau akan terus hidup terkungkung, dirundung rasa takut, memenjarakan diri dari sesuatu yang tidak pasti, mengucapkan doa dalam kegelapan, melafalkan sajak tentang kengerian dan kesempitan.
Kalau tidak, kau tidak akan pernah melihat neraka, tetapi kau juga tidak akan pernah menemui surga. Kau tidak akan pernah mengenal udara segar dan bagaimana rasanya terbang.


Robohkan dinding-dinding.....

24 Okt 2017

Adele Cinta Dari Masa Lalu

Sekou Jackson, seorang lelaki berkulit sawo matang, bertubuh kurus tinggi seperti cemara. Wajahnya tampan, hidungnya mancung dengan lesung pipit di kedua pipinya.
Ia lelaki sangat biasa. Bahkan pekerjaannya hanya seorang buruh pencuci piring. Masalahnya adalah, ia keturunan kulit hitam dan beragama Islam. Dua hal yang menyebabkan ia diperlakukan tak adil di tanah Amerika.

Adele, seorang gadis kecil. Berwajah manis, berkult hitam. Adele terbaring tak berdaya karena leukimia yang diidapnya. Ia hanya bisa diselamatkan jika mendapatkan transfer sumsum tulang belakang.

Sekou dan Adele, adalah dua orang yang tak saling kenal. Tetapi keduanya terikat oleh jalinan masa lalu. Sebuah kesalahan yang membuat Sekou tak pernah merasa tenang seumur hidupnya.

Apakah Adele akan bisa diselamatkan dari sakit yang dideritanya? Akankah Sekou terbebas dari belitan masa lalunya? Siapakah Adele bagi Sekou?

Novel Islami pertama yang kubaca, itupun aku mendapatkan di sebuah bazar murah toko buku Gramedia. Awalnya bimbang emang untuk mengambil buku ini diantara tumpukan banyak buku yang lainnya, tapi setelah baca ringkasan bagian belakangnya membuatku jadi ingin tau apa yang sebenarnya terjadi dengan dua nama itu Sekou dan Adele, apa hubungan mereka berdua dan bagaimana penyelesaiannya.

Selain penasaran jalan ceritanya saat ini pingin mencari sesuatu yang baru untuk dibaca. Dari semua novel yang pernah kubaca ini novel tertipis yang pernah kubaca, dan kebetulan emang cari bacaan ringan dan nggak terlalu banyak konflik.
Tapiiiii setelah baca malah serasa diaduk-aduk perasaannya, jadi membayangkan ceritaku sendiri. Cerita masa lalu yang hampir nyerempet walaupun sedikit. Dengan membaca novel ini semakin memahami bagaimana perasaan Sekou dan Maemunnah istrinya.
Cerita bagaimana seseorang akan menghadapi cerita masa lalu yang bisa dibilang kelam disaat dia sudah menemukan kebahagiaan, cerita masa lalu yang terus menghantui. Dan bagaimana sikap seorang istri menghadapi masa lalu sang suami yang bisa dibilang akan sangat mempengaruhi kehidupan keluarganya.

Walaupun kecil ceritanya singkat, kurasa aku takkan pernah melupakan ceritanya, tokoh utama dan beberapa tokoh pembantu Sekou, Maemunnah, Adele, bu Hoomera, pak Jamal, dan Pamela. Pamela seorang tua salah satu langganan Sekou yang menganggapnya manusia walaupun berbeda keyakinan, selalu mengingatkan dia untuk selalu beribadah, mencari kehidupan yang lebih layak di kota yang tetap menghargai keyakinan Sekou sebagai seorang Muslim.
Kata-kata yang paling kusuka adalah nasihat bu Hoomera pada anaknya Maemunnah, “Di dunia ini Nak, hanya ada dua pintu. Kamu harus tau itu. Pintu pertama adalah kesempatan. Pintu kedua adalah menyadari dari kesalahan. Dan tidak ada pintu ketiga. Jika kau masuk ke intu ketiga, maka kamu akan menyesal seumur hidup. Kamu tahu kenapa? Pintu ketiga adalah penyesalan.”

Nasehat ini akan selalu terpakai sampai kapanpun. Cerita novel ini tidak jauh dari nasehat ibu Maemunnah jangan pernah mengabaikan kesempatan, selalu menyadari kesalahan yang pernah kita buat dan menjadikan itu sebagai pengalaman, dan pintu ketiga penyesalan itu tidak akan pernah kita masuki saat kita benar-benar menjalani pintu pertama yang diiringi dengan pintu kedua. 

20 Okt 2017

Aku dan Novel
Hobbi yang nggak pernah terkikis adalah membaca, bahkan sampai dapat julukan yang aneh dari bapakku si rayap buku (karena baca majalahnya sambil disobekin buat kliping atau ambil gambar yang kusuka, jadinya bukunya kayak habis termakan rayap ha ha ha).
Beberapa postingan sebelumnya pernah menggambarkan kegemaranku membaca ini. Dari mulai aku menemukan surga disebuah persewaan buku yang nggak jauh dari rumah tinggalku.
Dan ternyata persewaan ini sudah tidak buka lagi (huaaa nangis deh aku....soalnya belum nemu lagi yang seperti ini) dari beberapa karyawan yang aku tanyain atau lebih tepat disebut mantan karyawan bercerita bahwa managemen pemiliknya kurang bagus, jadinya pendapatan menurun, koleksi nggak banyak nambah bahkan kesejahteraan karyawan juga kurang (sayang banget padahal koleksinya sangat banyak dan bagus-bagus menurutku)


Dari persewaan ini aku menemukan harta karun dengan koleksi komik Jepang yang ratusan bahkan cerita yang legendaris masih tersimpan rapi dan bagus. Di persewaan ini juga aku mengenal novel dengan beragam cerita. Karena nemunya pas sudah nikah dab beranak pinak akhirnya nyari bacaan yang pas, ketemu deh novel yang ceritanya lebih dewasa. Penemuan novel ini pernah aku tuangin di postinganku sebelumnya tentang aliran baru yang ketemukan, maksudnya aliran bahan bacaan yang baru. terus terang saat aku menemukan persewaan ini aku lebih sering kesini daripada ke toko buku bahkan anak-anakpun aku tularin (penghematan dana saat itu lumayan 1 buku baru sama dengan 10 buku persewaan). 

Tapi aku juga nggak  menutup keinginan beli buku baru di toko, rutinitas buku baru tetep dijalani pastinya. 
Diawal aku mengenal novel pertama kali dulu saat kuliah aku mengenal novel deteftif Agatha Christie hingga punya beberapa koleksinya. Kemudian di persewaan ini aku mulai mengenal novel terjemahan yang kebetulan kebanyakan terbitan Dastan. Dan yang pertama kali kubaca adalah jenis Historical Romance, mungkin karena diriku lebih tertarik dengan keadaan negara diluar Indonesia dan bagaimana sejarahnya. Dari novel-novel itu aku jadi tau tentang berbagai sejarah negara-negara di Eropa dan Amerika, karena kebanyakan latar sejarahnya adalah sejarah negera-negara Eropa dan Amerika. 
Sombongnya diriku tuh nggak mau melirik novel karangan penulis Indonesia sama sekali, yang kubaca terus menerus tuh banyakan yang terjemahan. 


Semakin kesini akhirnya berkembang tidak hanya berjenis historical romance diracunin ma penjaganya dengan novel-novel modern terbaru, tepi tetap tidak jauh dari novel romantis tapi berbagai genre. 
Akhirnya aku sampai sekarang masih suka hunting novel-novel di bazar-bazar buku yang pastinya nyari harga miring, atau kalau pas ada dana berlebih ke toko buku buat nyari buku baru. Koleksiku semakin lama semakin bertambah, dari novel, komik bahkan sampai buku tentang parenting juga ada. 


Untuk membaca sebuah novel kadang bisa cuman hanya sehari selesai, atau mungkin kalau lagi banyak yang harus kukerjakan bisa 3-4 hari baru selesai (tapi kayaknya paling lama cuman 3 hari deh karena nggak betah kalau nggak selesai bacanya, bisa nggak tidur dan nggak fokus ke yang lain ha ha ha...).
Di postingan sebelumnya aku pernah mereview sebuah komik yang aku baca, sepertinya aku mau memulai catatan bacaanku biar nggak lupa apa yang pernah kubaca. Harus baca ulang semua novel yang aku punya untuk bisa menceritakan apa yang kurasakan saat aku membacanya. 
Aku merasa novel-novel ini bisa membawaku ke berbagai situasi, tempat dan perasaan. Bahkan kadang ada beberapa novel yang membuatku terngiang-ngiang kata-katanya ataupun situasinya sampai beberapa hari kedepan. Ada juga novel yang membuatku tertawa sampai menangis saat membacanya.
Saatnya merewind baca nih dan mulai mereviewnya. 

14 Okt 2017

Saat Aku Galau

Teman serius aku nanya apa yang akan kalian lakukan disaat kita bener-bener butuh ketenangan. Disaat kita meresakan terlalu banyak beban yang kita tanggung (walah sok punya masalah berat ya?....). Tingkat berat suatu masalah pasti bagi setiap orang akan beda, tinggal bagaimana kita mengukurnya dan cara pandang kita. Masalah yang bagi orang lain ringan mungkin bagi orang lain akan termasuk berat atau kebalikannya.


Bagaimanapun kita mengganggapnya baik itu ringan atau berat pasti butuh cara untuk menangani atau menghadapinya. Banyak cara yang bisa dilakukan sih untuk menghadapi setiap masalah yang kita dapatkan. Masalah akan semakin besar kalau kita terus fokus dengannya, akan semakin ringan kalau kita fokus dengan solusinya.
Entahlah kenapa beberapa hari ini aku dihadapkan dengan banyaknya masalah baik itu yang masalah yang menyapaku maupun teman-teman disekitarku. Saat masalah menerpa kita nggak akan bisa menghindar, harus tetap dihadapi bagaimanapun itu. Mungkin reaksi kita akan berbagai macam juga, ada yang langsung emosi dengan teriak-teriak (kalau yang kayak gini musti belajar manageman emosi ini...), ada yang langsung menyebut nama Tuhan masing-masing (inilah yang sering daku lakukan perbanyak Istighfar...), ada yang hanya bisa menahan yang akhirnya keluar dengan tangisan, bahkan ada yang mengomel nggak jelas.
Mungkin ini beberapa hal yang bisa dilakukan saat kita mendapatkan masalah berdasarkan pengalaman pribadiku.
Saat masalah menyapaku biasanya aku nggak langsung bereaksi, seperti di marahin orang atau anakku bermasalah. Aku biasanya diem beberapa saat tahan nafas, lalu dikeluarkan (kadang bisa keluar dalam bentuk tetesan air mata, kalau itu bener-bener menyakitkan). Biasanya yang keluar kata-kata istighfar karena terus terang diriku itu tipe orang yang nggak bisa marah dengan orang lain.


Kalau hanya dengan menangis dan beristighfar rasanya tetep nyesek didada aku akan nyari pelampiasan dengan sedikit curhat ke suami atau teman (ini kalau suami lagi nggak di tempat). Berhubung diriku itu nggak punya teman yang bener-bener deket jadi curhatnya milih-milih deh (daku punya pengalaman kalau teman terlalu dekat akan mudah putusnya tali pertemanan itu). Tapi yang paling sering dicurhati itu ya suami tercintalah, walaupun kadang dia akan mengembalikan lagi ke diriku untuk mengatasinya paling tidak uneg-unegnya udah didengar (wanita itu hanya ingin didengar sebenarnya....walah kayak lirik lagu malahan).

Yang kulakukan saat galau memuncak aku akan jalan ke tempat yang nyaman buatku (kalau ini aku nggak ada tempat yang pasti soalnya), aku bisa jalan sendiri ataupun dengan anak-anaku. Kadang obat yang paling mujarab adalah melihat anak-anak yang tertawa lepas. Bisa juga kuatasi dengan jalan sendirian, sambil minum segelas es jeruk atau sesekali yang lebih mahalan es teler atau es krim di sebuah kafe (ini kalau pas ada danany juga...).

Yang paling terakhir dan pasti aku lakukan adalah berserah kepada Tuhan, perbanyak do’a, perbanyak beribadah. Mungkin semua masalah yang kita hadapi karena teguran kurangnya kita berkomunikasi ke Allah. Allah terlalu sayang kekita, saat kita cuek Dia akan terus memanggil dengan caraNya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam program ODOP (One Day One Post) Blogger Muslimah Indonesia bulan Oktober 2017

                                                                          #ODOPOKT8

9 Okt 2017

Kiat Menjadi Investor Saham Sambil Ketawa
Akhirnya selesai juga baca buku dengan istilah yang sangat baru bagiku. Gegara pak suami yang selalu menceritakan tentang dunia investasi. Juga racun dari buku yang pernah kubaca tentang investasi saham yang bisa dilakuin semua orang. Ehh ada juga nih ajakan pemerintah buat nabung dalam bentuk saham.

JANGAN MAIN SAHAM kalau mau selamat! Investasi saham sering diidentikkan dengan resiko tinggi: cepat kaya atau langsung bangkrut. Sejatinya, investor dapat mengelola resiko investasi untuk meredam dentuman jantung. Buku ini membahas tuntas kiat berinvestasi saham secara bijak dengan menggunakan sekitar 888 gambar kartun jenaka. Buku kartun investasi pertama ala Indonesia ini dipersembahkan bagi anda yang punya moto “Muda kaya raya, tua ongkang-ongkang, mati nanti dulu.” So, jangan main saham sebelum ngakak baca buku ini.


Judul buku : Who Wants To Be A Smiling Investor
Pengarang : Lukas Setia Atmaja dan Thomdean
Jumlah Halaman : 249
Harga : Rp 72.200
Cetakan : keempat, Agustus 2016

Awalnya daku tuh nggak tertarik sama sekali dengan istilah investasi. Sejak pak suami terjun ke dunia investasi saham jadi deh tiap hari ketemu istilah dalam persahaman denger cerita beliau yang selalu menggebu-gebu. Beliau juga mengajak daku buat belajar, tapi aku bener-bener nggak mau (terus terang malas belajar tentang dunia keuangan hayah opo kuwi...he he he). Tapi setelah sering mendengar (gimana nggak sering, la wong setiap hari denger cerita dari pak suami bahkan hampir tiap saat dan melihat cara kerja beliau) dan membaca berbagai hal tentang istilah perinvestasian, akhirnya jadi tertarik deh walaupun nggak mau terjun langsung (tetep keukeuh ya....).

Akhirnya pas jalan di toko buku Gramedia untuk family time (karena tokonya nggak jauh sama mall ha ha ha...istilah jawanya ngiras ngirus alias sekalian, sambil jalan ke mall tapi nggak pernah lupa mampir ke toko buku), masuk toko langsung lari ke tempat buku masing-masing( kembar dengan komik kesukaan, ibunya bagian novel dan parenting, si ayah ke bagian buku investasi), karena kembar dan ibu sudah dapat apa yang dicari akhirnya ikut deh ke bagian ayah. Kita tertarik dengan buku merah menyala dengan gambar orang seperti penyihir. Si ayah pun bercerita kalau ini buku bagus lo buat yang lagi pertama belajar dunia persahaman, akhirnya daku buka-buka.
Pertama langsung tertarik deh karena banyak ilustrasi gambarnya daripada tulisannya (terus terang aku paling susah kalau baca buku ilmu pengetahuan yang banyak tulisannya kalau novel mah tetep favorit haya....), akhirnya nih buku masuk ke keranjang belanja kita deh.



Buku ini berisi 12 bab yang isinya banyak banget ilustrasinya yang kocak jadi baca bisa sambil senyum-senyum sendiri. Buku ini dikarang 2 orang yaitu Lukas Setia Atmaja seorang investor saham dan juga pengajar investasi, beluai juga sering menulis tentang artikel-artikel dunia saham. Kemuadian ilustrator komiknya digambar oleh Thomdean seorang kartunis yang mendirikan sindikasi kartunis profesional, beliau juga pernah bekerja sebagai kartunis di harian kompas.




Isinya secara keselurahan sangat menarik, apalagi seperti daku yang buta tentang dunia ini jadi nggak berhenti bacanya (walaupun kadang harus berulang-ulang untuk membaca istilah baru kudengar...). Penjelasan juga jelas tentang dunia investasi saham lewat ilustrasinya, mereka diawal juga mengenalkan tokoh-tokoh yang akan bermain didalam komiknya nanti.


Daku sangat merekomendasikan buat yang lagi pertama mengenal dunia investasi saham. Buku ini hanyalah sebagai pengantar untuk memahami seluk beluk investasi saham, teori investasi dan jurus memilih saham yang baik tentu saja dengan riang gembira. Di bagian akhir buku ada ilustrasi perjuangan penulisnya, jadi tambah senyum deh bacanya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam program ODOP (One Day One Post) Blogger Muslimah Indonesia bulan Oktober 2017

                                                                          #ODOPOKT7

8 Okt 2017

Oleh-oleh Kekinian dari Surabaya
Akhir-akhir ini lagi hits kue kekinian sebagai oleh-oleh dari suatu daerah terutama kota besar. Yang bikin cepet hits karena kebanyakan kue ini digawangi oleh artis ibukota yang sudah terkenal.

gerai di stasiun pasar turi
Sebelumnya nggak pernah kepikiran buat ngrasain tuh kue-kue yang lagi berjamuran. Walaupun iklannya bersliweran terutama di media sosial. Nah kemarin pas pulang dari Surabaya, kebetulan naik kereta dari stasiun pasar Turi. Salah satu gerai di stasiun itu ada toko oleh-oleh, salah satunya ya kue kekinian ini. Berhubung pikiran emak-emak yang selalu pingin nyenengin anak-anak yang ditinggal dirumah dengan bapaknya, akhirnya belilah kue kekinian ini.

penampakan kue rasa green tea
Namanya kue Surabaya Patata, lihat dari gerainya udah keliatan siapa pemiliknya. Pemiliknya kakak beradik, si kakak terkenal sebagai ustazah sedangkan adiknya dulu terkenal sebagai selebgram tapi sekarang sudah bersliweran di tv nasional juga kebanyakan sebagai host dan terkenal kocak juga, yaitu Oki Setiana Dewi dan Ria Ricis. Akhirnya daku bungkus buat oleh-oleh yang dirumah, selain penasaran juga sih. Apalagi kalo lihat slogan “ciamik soro" yang artinya enak banget deh itu bahasa gaul Surabaya.
Kalau dilhat bahwa mereka mengusung oleh-oleh premium kekinian dari Surabaya, pasti kebayang kue premium dari rasa dan penampilannya. Setelah kita nikmati ternyata emang penampilannya premium banget taburan toping diatasnya berdasarkan rasanya. Kebetulan aku ambil yang rasa green tea karena anak-anak suka sama rasa ini. Taburan green tea diatas kuenya bener-bener full banget. Setelah kita potong wah didalamnya ternyata ada coklatnya yang lumayan banyak juga. Aku yang suka coklat kayak nemuin surga deh, karena coklatnya kerasa banget. Tapi ada bagian yang kurang aku suka bagian bawahnya ada margarin yang lumayan tebal, akhirnya yang dimakan ya kue dan topingnya aja (untung ada yang mau he he  he... ).

Jadi tambah penasaran ma kue-kue kekinian yang lainnya. Aku yang tinggal di Semarang belum pernah ngrasain yang di kota sendiri. Selain jauh ma rumah juga ada beberapa teman yang bilang antrinya yang bikin malas. Yang paling utama juga harganya yang mungkin bisa dibilang agak mihil juga dilihat dari ukuran kue yang nggak terlalu besar. Tapi bagiku mungkin untuk oleh-oleh atau sekedar kesenangan sesekali sih nggak apa-apa. Berikutnya nyobain apa lagi ya???? (emang dasarnya suka makan ma jalan-jalan nih emak).

Tulisan ini diikutsertakan dalam program ODOP (One Day One Post) Blogger Muslimah Indonesia bulan Oktober 2017

 #ODOPOKT6

7 Okt 2017

Membuka Pintu Rejeki Sejak Dini
87% Mahasiswa di Indonesia salah jurusan! Aneh nggak sih kata-kata ini? Tapi memang kenyataannya hampir sebagian besar merasakan setelah masuk ke dunia kerja atau bahkan baru separo jalan kuliah. Mereka merasa kuliah yang diambil nggak sesuai dengan potensinya. Salah jurusan ini biasanya ditandai dengan ketidaknyamanan saat menjalani perkuliahannya, justru merasa nyaman setelah lulus. Kemudian berlanjut dengan pertanyaan setelah lulus mau kerja apa?



Buku ini berjudul : Membuka Pintu Rejeki Sejak Dini
                                                #Dari Hobi Jadi Rejeki
Pengarang : Bubu Baba
Jumlah Halaman : 181


Buku ini tidak diperjual belikan secara umum, bisa didapatkan melalui para agen Keluarga Hebat Indonesia di setiap kota. Penulis buku ini ada pendiri sekaligus pemilih komunitas Keluarga Hebat Indonesia, Jawara Academy dan sekaligus sebagai penanggung jawab kelas perenting online “Keluarga Hebat Indonesia”.
Kebetulan aku sebagai salah satu anggota komunitas KHI (Keluarga Hebat Indonesia) Jawa Tengah (keanggotaan komunitas biasanya dibedakan berdasarkan wilayah domisili). Di dalam komunitas sering dibagikan tentang ilmu parenting, kemudian diberikan penawaran untuk buku ini. Buku ini dibandrol dengan harga 200ribu.
Buku ini di bagi menjadi 3 bagian besar, pendahuluan, isi dan penutup. Untuk pendahuluan penulis mengenalkan tentang pentingnya pengenalan potensi diri masing-masing. Apakah potensi diri bisa juga bisa untuk membuka rejeki kita?
Dibagian isinya dibagi menjadi 11 bab, setiap babnya lebih untuk pengenalan diri kita masing-masing berdasarkan kecerdasan. Kecerdasan disini dibagi berdasarkan kecerdasan Majemuk yang dicetuskan oleh Howard Gardner. Kecerdasan ini dibagi menjadi 8 yaitu berbahasa, analisa, musik, gerakan, alam , diri sendiri, sosial dan gambar. Setiap bab dibuat untuk semakin mengeali tiap kecerdasan dan bagaimana cara mengoptimai kecerdasan yang sudah ada. Di bab 9-11 diterangkan apa yang seharuskan orang tua yang lakukan untuk mengambangkan potensi yang ada. Bagaimana memanfaatkan potensi yang ada untuk mencari rejeki.
Kemudian dibagian terakhir diterangkan bagaimana sih membuka pintu rejeki sejak dini. Bagaimana mengenalkan konsep tentang rejeki atau bagaimana menjemput rejeki.

Buku ini sangat sesuai bagi para orang tua yang benar-benar ingin melesatkan tentang konsep rejeki sejak dini pada anak-anak. Bagiku nilai disekolah yang bagus tidak akan menjamin seseorang itu akan berhasil dalam kehidupannya, atau lebih bisa bertahan hidupnya. 


Tulisan ini diikutsertakan dalam program ODOP (One Day One Post) Blogger Muslimah Indonesia bulan Oktober 2017

 #ODOPOKT5

5 Okt 2017

Saat Dua Teman Lama Berbicara
Photo by Jorge Flores on Unsplash

Kemarin ketemu dengan salah seorang teman lama, dulu kita sama-sama berjuang untuk membesarkan jarimatika di wilayah Banyumanik. Berdua kita sering belajar tentang mengatasi masalah belajar anak-anak didik kita, terutama masalah dengan pelajaran matematika. Belajar tentang dunia anak-anak bersama, belajar bagaimana menghadapi permasalahan antara anak dan orang tua terutama yang berhubungan dengan nilai dan cara belajar anak. Berdua berusaha memberikan yang terbaik buat anak-anak didik kita dan orang tuanya. Kita bekerjasama kurang lebih selama 5 tahun, sampai akhirnya bisa sehati dalam berbagai hal.
Kami punya pandangan yang sama dalam mengajar anak-anak. Bagi kami berdua memberikan ilmu itu prinsipnya ya menebar sesuatu yang bermanfaat soal materi itu insyaallah akan mengikuti. Kami berdua hanya guru les bukan guru disekolah. Tugas kami hanya memberikan tambahan ilmu dari apa yang diberikan guru disekolah. Kami hanya membantu para orang tua yang sudah merasa tidak mampu lagi membantu anak-anaknya untuk belajar.
Sekarang kami jalan sendiri-sendiri untuk mengajar privat , karena bimbingan belajar yang kudirikan sudah aku tutup karena kurang modal (he he he....maklum dulu belum ngerti tentang ilmu perbisnisan menjalankan bimbingan belajar hanya karena ingin membantu dan menebar ilmu saja).

Saat kita ketemu yang dibicarakan ya masalah ngajar mengajar deh. Kita merasa akhir-akhir ini murid kita semakin susah untuk diberi penjelasan. Kita nggak tau kenapa anak-anak ini pengertiannya hanya setengah-setengah saja alias tidak tuntas, jadi saat kita memberikan soal dengan model berbeda disekolah langsung kebingungan. Entah ini karena materi sekolahnya, kurikulumnya atau gurunya. Atau mungkin memang anak-anak sekarang yang malas untuk berpikir panjang. Semakin canggihnya teknologi yang mempermudah semuanya itu membuat daya pikir mereka juga semakin melemah.


Semakin menurunnya minat baca itu juga membuat anak-anak sekarang semakin sulit untuk memahami soal. Soal untuk materi yang sama tapi model berbeda itu saja membuat mereka sudah kesusahan. Menurut kami mereka harus banyak di beri variasi soal perbanyak praktek juga. Kalau menurut kami berdua sebenarnya kurikulum sekarang biasa dikenal kurikulum 2013 itu tidak terlalu berat bagi anak, selama cara mengajarnya sesuai dan orang tua juga nggak bingung sendiri merasa berat. Kurikulum terbaru ini menurut kami ringan dan termasuk pelajaran yang banyak prakteknya karena semua pelajaran disesuaikan dengan tema yang diangkat. Mungkin yang susah itu karena kita terbiasa dengan semua serba diatur, serba teoritis akhirnya saat diberikan sistem yang lebih aplikatif jadi semakin bingung.

Bagi orang tua yang mengandalkan nilai untuk semua mata pelajaran. Nilai sebagai tolak ukur anak itu mengerti, nilai sebagai ukurannya anaknya paham dengan kurikulum baru ini akan meresa kebingungan.


Dan akhirnya kita sebagai guru tambahan harus berpacu bagaimana membuat anak dan orang tua yang meminta bantuan sama-sama nyaman. Kita harus banyak komunikasi dengan orang tua apa yang mereka inginkan untuk anaknya, dan bagaimana sebenarnya kemampuan anaknya. Kami juga tetap meminta bantuan orang tua untuk terus mendampingi anak-anak walaupun sudah meminta kita untuk menemani belajar anaknya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam program ODOP (One Day One Post) Blogger Muslimah Indonesia bulan Oktober 2017
 #ODOPOKT4

4 Okt 2017

Pureline Hijab Fresh

Minggu kemarin kita sekeluarga jalan ke Surabaya kebetulan masuk ke sebuah supermarket buat belanja keperluan kebersihan rumah dan makanan kecil aku lihat sebuah hand body baru yang belum pernah kulihat. Dan kebetulan ada tulisan hijabnya (pikiranku wah kayaknya di peruntukkan buat yg berhijab nih) langsung aku ambil, kubaca keterangannya kebetulan banget hand bodyku juga habis. Dan ternyata kemarin aku lihat iklannya di tv, oalah akibat emak-emak jarang melihat tv dan jarang memperhatikan iklan juga.


Sewaktu kucium baunya harum nggak terlalu menyengat, kemasannya juga mungil bisa dibawa kemanapun. Hand Body ini bernama Pureline Hijab Fresh, produk dari unilever.  Yang pertama aku ambil hand body buat kulit normal. Sewaktu aku pakai ternyata nggak bikin gerah di kulit walaupun aku pakai baju panjang-panjang (karena beberapa kali pakai hand body itu sering malah kegerahan di kulit saat pakai baju panjang atau hijab). Kemarin pas di Surabaya sering putar-putar kota yang cukup panas saat siang hari, apalagi kalau musti di jalan raya wah panas banget. Dan alhamdulillah aku sudah pakai pureline hijab fresh nggak bikin lengket di kulit dan rasanya tetep dingin aja.

 

Produk pureline ini ada dalam kemasan 100ml, dengan warna kemasan biru muda. Menurutku kemasan ini praktis bisa kubawa kemana-mana meskipun pakai tas kecil. Ternyata pureline ini mengandung instant cooling burst, ini yang bikin tetep dingin walaupun pakai baju panjang. Instant cooling burst ini memberikan sensasi extra dingin. Kandungan ini yang bikin cocok buat yang berhijab, nggak akan merasa lengket meskipun tertutup baju yang bertumpuk.
Pureline ini punya 2 varian yang terpajang di supermarket, white lotion healthy and bright dan white uv lotion extra moisture. Healthy and bright lebih diperuntukkan untuk kulit normal mengandung matcha leaf, milk protein dan vitamin B3 dan E. Sedangkan yang extra moisture lebih diperuntukkan untuk kulit yang sangat kering dan kusam mengandung cucumber, almond oil, vitamin B3 dan E. Khusus untuk extra moisture terdapat moisture lock formula berupa glycerin yang mengunci kelembaban pada kulit. Pureline ini juga sudah dilengkapi dengan UV protection, jadi nggak takut tersengat matahari.

Hand body ini bagiku rekomended banget  wanginya awet dan tanpa  pakai parfum sudah mencukupi baunya. Cocok buat semua wanita terutama yang berhijab seperti diriku.

Tulisan ini diikutsertakan dalam program ODOP (One Day One Post) Blogger Muslimah Indonesia bulan Oktober 2017

#ODOPOKT3

@templatesyard